Universitas Airlangga (Unair) kembali menyoroti jalur seleksi yang tak hanya bertumpu pada nilai rapor. Tahun 2026, kampus ini menyaring 68 siswa sebagai kandidat Golden Ticket melalui seleksi berbasis kuadran, di tengah lonjakan pendaftar yang mencapai 3.855 siswa dari berbagai sekolah. Skema ini menjadi pelengkap kuota Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan dipakai untuk membaca potensi calon mahasiswa secara lebih utuh, termasuk prestasi non-akademik yang kerap luput dari penilaian utama.
Seleksi Kuadran untuk Memetakan Talenta
Rektor Unair, Prof. Muhammad Madyan, menjelaskan bahwa seluruh pendaftar Golden Ticket tersebut memang sudah memenuhi syarat untuk SNBP. Penilaian dilakukan melalui rerata nilai rapor semester 1 hingga 5, lalu ditambah dengan prestasi lain yang dimiliki masing-masing siswa. Dari situ, Unair memetakan peserta ke dalam kuadran untuk melihat kekuatan akademik dan non-akademik mereka secara lebih menyeluruh.
Hasil pemetaan itu menghasilkan 68 calon penerima Golden Ticket yang berasal dari kuadran kedua. Kelompok ini dinilai memiliki rekam jejak prestasi di luar akademik yang kuat. Bagi Unair, pendekatan ini penting agar talenta siswa tidak berhenti pada angka rapor semata, melainkan juga mencerminkan konsistensi prestasi yang dibangun selama masa sekolah.
Bukan Jalur Pintas, Masih Menunggu SNBP
Prof. Madyan menegaskan bahwa Golden Ticket bukan jalan pintas untuk masuk ke Unair. Status kandidat tetap bergantung pada hasil resmi SNBP yang dijadwalkan keluar pada 31 Maret mendatang. Dengan kata lain, daftar 68 siswa itu belum otomatis menjadi mahasiswa baru, melainkan masih menunggu pengumuman akhir dari proses seleksi nasional.
Di sisi lain, skema berbasis kuadran ini dipandang sebagai upaya kampus untuk menangkap potensi siswa yang punya kekuatan non-akademik, tetapi belum sepenuhnya terakomodasi oleh mekanisme seleksi berbasis nilai rapor. Tren minat terhadap jalur ini juga terlihat meningkat dibanding tahun sebelumnya, seiring semakin banyak siswa yang mencoba memperkuat peluang masuk Unair lewat jalur prestasi.
Distribusi di 16 Fakultas dan Harapan Kandidat
Unair sendiri memiliki 16 fakultas sebagai basis penerimaan mahasiswa baru, dan 68 kandidat Golden Ticket itu tersebar di berbagai fakultas. Salah satu nama yang masuk daftar adalah Alifiyah Maulidatul Izzah, siswi SMK Kesehatan Surabaya yang mendaftar pada Program Studi D3 Keperawatan. Ia mengaku bersyukur bisa masuk dalam daftar kandidat melalui jalur ini.
Meski begitu, Alifiyah masih mempertimbangkan langkah berikutnya dan berharap ada dukungan terkait biaya pendidikan. Situasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa seleksi prestasi tidak hanya soal lolos atau tidak, tetapi juga tentang kesiapan siswa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dengan segala konsekuensinya.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
