HomeBeritaTNI Dikerahkan untuk Mengurai Kemacetan Jalur Ketapang

TNI Dikerahkan untuk Mengurai Kemacetan Jalur Ketapang

Arus kendaraan di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, memang mulai bergerak, tetapi persoalan kemacetan belum sepenuhnya selesai. Untuk memastikan penyeberangan menuju Selat Bali tetap terkendali, TNI ikut turun tangan membantu mengurai padatnya lalu lintas di jalur Situbondo-Banyuwangi yang dalam beberapa hari terakhir sempat tersendat parah.

75 Personel Dikerahkan untuk Bantu Pengaturan Arus

Sejak Rabu (1/4/2026), puluhan personel gabungan TNI disiagakan di titik-titik penting sepanjang jalur menuju pelabuhan. Komandan Kodim 0825/Banyuwangi, Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, menyebut sekitar 75 personel dari TNI Angkatan Darat diterjunkan, ditambah bantuan dari Batalyon Armed 8 untuk memperkuat pengaturan lalu lintas di lapangan.

Menurut Triyadi, langkah ini diambil karena volume kendaraan meningkat tajam setelah pembatasan operasional truk besar kembali dibuka. Kondisi itu membuat jalur utama menuju penyeberangan menanggung beban lebih berat dari biasanya, sehingga antrean kendaraan sempat mengular dan mengganggu kelancaran arus.

Antrean Mulai Menurun, Tapi Waspada Tetap Dijaga

Meski panjang antrean kendaraan sudah berangsur berkurang, aparat tetap bersiaga menghadapi kemungkinan lonjakan baru, terutama saat libur panjang akhir pekan. TNI juga menempatkan personel di titik rawan untuk mencegah kendaraan menyerobot antrean, yang bisa memicu kekacauan lalu lintas di kawasan padat tersebut.

Di tengah antrean panjang yang sempat membuat pengemudi harus menunggu lama, personel TNI tak hanya mengatur arus kendaraan. Mereka juga memberi bantuan langsung kepada para sopir, termasuk air minum dan makanan, sebagai bentuk dukungan di lapangan agar situasi tetap terkendali dan para pengendara bisa bertahan selama proses antre.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait