HomeBeritaPemasangan CCTV TPS Surabaya: Tantangan Minim Infrastruktur

Pemasangan CCTV TPS Surabaya: Tantangan Minim Infrastruktur

Pemerintah Kota Surabaya terus mendorong pemasangan CCTV di titik-titik tempat penampungan sementara (TPS) sebagai bagian dari pengawasan lingkungan yang lebih ketat. Namun, di balik target besar itu, ada persoalan teknis yang membuat pengerjaannya tidak berjalan mulus. Dari 179 titik yang direncanakan, baru 146 CCTV yang sudah berfungsi. Sisanya, 33 lokasi masih tertahan karena persoalan dasar yang justru paling menentukan: jaringan fiber optik belum tersedia dan pasokan listrik di sejumlah titik masih terbatas.

Kendala Infrastruktur Jadi Penghambat Utama

Masalah ini menunjukkan bahwa pemasangan perangkat pengawas tidak selalu bisa dilakukan hanya dengan menyiapkan alat. Sejumlah TPS berada di kawasan dengan dukungan infrastruktur yang minim, sehingga proses instalasi harus disesuaikan dengan kondisi lapangan. Dalam situasi seperti itu, Pemkot Surabaya tidak bisa langsung menuntaskan pemasangan secara serentak, melainkan harus mencari skema teknis yang paling memungkinkan agar kamera tetap dapat beroperasi.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memanfaatkan fasilitas umum di sekitar TPS. Jaringan penerangan jalan umum (PJU) dipertimbangkan sebagai sumber listrik alternatif untuk mendukung perangkat CCTV yang belum terhubung ke jaringan utama. Pendekatan ini menjadi solusi sementara sekaligus cara agar pemasangan tidak terus tertunda hanya karena kendala infrastruktur dasar.

Integrasi Sistem Masih Jadi Pekerjaan Besar

Selain urusan daya dan jaringan, tantangan lain muncul pada tahap penyatuan sistem. CCTV yang dipasang di berbagai lokasi tidak selalu berasal dari merek dan spesifikasi yang sama. Kondisi ini membuat integrasi ke dalam satu jaringan pemantauan menjadi lebih rumit. Pemkot Surabaya kini melakukan sinkronisasi agar seluruh kamera bisa dipantau melalui satu platform terpadu.

Untuk memperkuat proses tersebut, Pemkot melibatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam kajian integrasi lintas sistem. Keterlibatan ITS diharapkan membantu memastikan kamera-kamera yang tersebar di berbagai TPS itu dapat saling terhubung dan bekerja dalam satu ekosistem pengawasan yang lebih rapi.

Pengawasan Sampah Didorong Lebih Presisi

Jika seluruh perangkat sudah terpasang dan terintegrasi, pengawasan di titik-titik rawan pelanggaran pengelolaan sampah di Surabaya diproyeksikan menjadi lebih efektif. Sistem ini juga diharapkan mendukung penegakan hukum yang lebih presisi, sekaligus memperkuat upaya pemerintah kota dalam menjaga ketertiban lingkungan. Dengan begitu, CCTV bukan hanya menjadi alat pantau, tetapi juga bagian dari strategi pengawasan yang lebih terukur di lapangan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait