Momentum Hari Kartini dimanfaatkan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) untuk memberi pesan yang lebih praktis bagi perempuan di jalan raya: keselamatan berkendara tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan memegang setang, tetapi juga ketenangan, fokus, dan disiplin. Melalui edukasi #Cari_Aman di MPM Safety Riding Center Sidoarjo, perusahaan ini mengajak peserta melihat keselamatan sebagai kebiasaan yang harus dibangun, bukan sekadar diingat saat ada kampanye.
80 Peserta Dapat Bekal Safety Riding
Kegiatan tersebut diikuti 80 peserta yang berasal dari pelajar dan komunitas perempuan di Surabaya serta Sidoarjo. Mereka mendapat pembekalan seputar teknik berkendara aman, pemahaman rambu lalu lintas, hingga cara mengelola emosi saat berada di jalan. Kehadiran pihak kepolisian membuat materi yang disampaikan terasa lebih lengkap, karena peserta tidak hanya mendapat sudut pandang dari sisi edukasi perusahaan, tetapi juga dari aspek penegakan aturan dan keselamatan berlalu lintas.
Perempuan Didorong Jadi Pelopor Keselamatan
Suhari, Marketing Communication and Development Division Head MPM Honda Jatim, menegaskan bahwa edukasi keselamatan berkendara menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dan berkelanjutan. Menurut dia, perempuan perlu dibekali kemampuan yang utuh, bukan hanya dalam mengendalikan motor, tetapi juga dalam menjaga kesiapan mental agar tetap fokus dan tenang saat menghadapi kondisi jalan yang tak selalu mudah diprediksi.
Fokus dan Disiplin Jadi Kunci
Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim, Septi Chamerawati, menilai perempuan punya peran penting sebagai pelopor keselamatan di jalan. Ia menekankan bahwa kemampuan menjaga fokus dan ketenangan sangat dibutuhkan, terutama ketika lalu lintas bergerak dinamis dan penuh potensi gangguan. Dari sisi lain, Briptu Fasela mengingatkan bahwa disiplin terhadap aturan menjadi dasar pencegahan risiko, mulai dari memahami rambu, membaca isyarat, sampai menjaga konsentrasi selama berkendara.
MPM Honda Jatim berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai peringatan seremonial Hari Kartini, melainkan menjadi dorongan agar semakin banyak perempuan tampil sebagai pengendara yang tangguh, mandiri, dan sadar bahwa keselamatan diri maupun pengguna jalan lain sama pentingnya di setiap perjalanan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.
