HomeBeritaProduksi Tembakau Probolinggo: Serapan Gudang Belum Optimal

Produksi Tembakau Probolinggo: Serapan Gudang Belum Optimal

Komisi II DPRD Probolinggo Soroti Ketidakseimbangan Produksi Tembakau dan Kapasitas Gudang

Pembahasan mengenai ketidakseimbangan antara potensi produksi tembakau di Kabupaten Probolinggo dan kapasitas serapan gudang menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD setempat. Dalam pertemuan tersebut, lima pemilik gudang tembakau mengungkapkan bahwa total kapasitas serapan hanya mencapai sekitar 9.000 hingga 10.000 ton, sementara luas tanam tembakau mencapai lebih dari 12.000 hektare di sekitar 14 kecamatan.

Estimasi produksi tembakau tahun ini diperkirakan mencapai 18.000 ton, sehingga terdapat selisih yang signifikan antara produksi dan kapasitas serapan gudang sebesar 7.000 hingga 8.000 ton. Hal ini menjadi perhatian serius bagi anggota Komisi II DPRD Probolinggo, Reno Handoyo, yang juga merekomendasikan langkah-langkah proaktif untuk menyeimbangkan kondisi ini.

Langkah Kemajuan dalam Sektor Pergudangan Tembakau

Reno Handoyo, yang berasal dari Fraksi Gerindra, menekankan pentingnya pendataan ulang seluruh gudang tembakau, termasuk yang belum terdaftar di data resmi pemerintah daerah. Dengan pendekatan sistem jemput bola, diharapkan seluruh pelaku usaha tembakau dapat terdata dengan baik dan menjadi bagian dari sistem yang terstruktur.

Upaya pembinaan dan perizinan bagi gudang yang belum terdaftar menjadi fokus dalam rekomendasi yang disampaikan oleh Komisi II DPRD Probolinggo. Dengan data yang lebih terstruktur, diharapkan perencanaan pada musim tembakau berikutnya dapat dilakukan dengan lebih akurat, termasuk dalam mengukur kapasitas serapan industri.

Source link

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait