Sedekah Laut Cilacap: Tradisi Nelayan Menjelang Pelaksanaan
Persiapan sedekah laut di Cilacap, Jawa Tengah, tengah memasuki tahap terakhir menjelang pelaksanaan kegiatan budaya yang dijadwalkan pada 6-11 Juli 2026. Kegiatan ini melibatkan sembilan jolen yang akan dilarung ke tengah laut, yang terdiri dari delapan jolen dari rukun nelayan setempat dan satu jolen dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua IV HNSI Cilacap, Kirsun, pada Rabu (1/7/2026).
Prosesi Persiapan dan Penyelenggaraan
Seluruh jolen yang akan dilarung ini telah diarak sebelumnya, dimulai dari pendopo kabupaten menuju Pantai Teluk Penyu. Prosesi tersebut bertujuan untuk mempersiapkan ritual sedekah laut yang akan dilakukan. Sejumlah isi jolen termasuk kepala sapi, kostum perempuan tradisional dengan perhiasan, buah-buahan, mainan anak-anak, hingga alat pertanian seperti garu.
Sebelum pelaksanaan sedekah laut, terdapat rangkaian kegiatan lain seperti tradisi ziarah kubur dan tirakatan. Kegiatan tersebut dimulai dengan ziarah kubur di Karang Bandung pada Senin pagi, dilanjutkan dengan tirakatan di Pendopo Wijaya Kusuma Sakti Cilacap. Puncaknya adalah arak-arakan jolen pada Selasa.
Nilai dan Tujuan
Sedekah laut merupakan wujud dari nilai budaya dan syukur nelayan Cilacap kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini telah berlangsung sejak tahun 1875 dan diharapkan memberikan keselamatan dan rezeki yang berlimpah bagi para nelayan. Dengan pelaksanaan sedekah laut, diharapkan kelimpahan ikan di laut juga akan menyertai nelayan dalam menjalankan profesi mereka.
Menyusul tradisi ini, terdapat acara pagelaran kuda lumping dan wayang kulit yang juga turut memeriahkan kegiatan. Namun, pada tahun ini, HNSI Cilacap memutuskan untuk tidak menyelenggarakan hiburan tersebut karena keterbatasan anggaran. Tetapi, semangat dan makna dari sedekah laut tetap dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat.
