Bupati Banyuwangi Minta Warga Selektif dalam Memilih Travel Umrah
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memberikan peringatan kepada masyarakat agar lebih cermat dalam memilih biro perjalanan umrah. Hal ini dilakukan menyusul kasus travel umrah fiktif yang merugikan sejumlah calon jamaah. Ipuk menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut serta mengimbau agar masyarakat memastikan legalitas biro perjalanan sebelum mendaftar.
Langkah Hukum dan Edukasi dari Pemerintah setempat
Kasus dugaan penipuan perjalanan umrah tersebut saat ini sedang ditangani oleh Polresta Banyuwangi. Pemerintah daerah turut mendukung langkah-langkah penegakan hukum sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap modus serupa. Ipuk menegaskan agar masyarakat tidak terburu-buru dalam memilih penyelenggara perjalanan ibadah dan waspada terhadap penawaran paket dengan harga yang tidak wajar.
Ada 44 biro travel umrah dan haji di Banyuwangi, namun hanya sembilan di antaranya yang tercatat memiliki izin resmi dari Kementerian Haji dan Umrah. Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi, menekankan pentingnya pengecekan terlebih dahulu sebelum mendaftar paket umrah. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk berhati-hati dalam mekanisme pembayaran agar dana jamaah aman dan terjamin pertanggungjawabannya.
