28.4 C
Jakarta
HomeBeritaBandara Kertajati Melayani Penerbangan dari Lima Bandara AP I

Bandara Kertajati Melayani Penerbangan dari Lima Bandara AP I

Perayaan hari pertama pemindahan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati, which occurred on Ahad (29/10/2023), mencatat bahwa PT Angkasa Pura I (Persero) mulai melayani penerbangan dari lima bandara yang dikelolanya melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka.

Penyelenggaraan penuh Bandara Kertajati pada Ahad (29/10/2023) menggantikan operasional penerbangan reguler Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung, Jawa Barat.

Direktur Utama AP I, Faik Fahmi, menyambut baik beroperasinya Bandara Kertajati secara penuh mulai hari ini. Ia mengatakan bahwa dengan infrastruktur dan fasilitas bandara yang sangat baik, terdapat potensi untuk meningkatkan frekuensi dan membuka rute baru ke bandara-bandara lain yang dikelola oleh AP I.

Lima bandara yang melayani penerbangan dari/ke Bandara Kertajati adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali dengan 12 penerbangan, Bandara SAMS Sepinggan di Balikpapan dengan empat penerbangan, serta Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru, Bandara Internasional Lombok, dan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, masing-masing dengan dua penerbangan. Jumlah total penerbangan dari/ke Bandara Kertajati yang dilayani oleh kelima bandara tersebut adalah 22.

Faik juga merinci bahwa 22 penerbangan tersebut dioperasikan oleh tiga maskapai penerbangan, yaitu Indonesia AirAsia dengan empat penerbangan, Super Air Jet dengan 14 penerbangan, dan Citilink Indonesia dengan empat penerbangan.

Penerbangan pertama yang beroperasi dari Bandara Kertajati adalah Indonesia AirAsia QZ 750 yang berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai pada pukul 06.58 WITA dan mendarat di Bandara Kertajati pada pukul 07.15 WIB. Selanjutnya, pesawat yang sama kembali berangkat menuju Bali pada pukul 08.34 WIB dan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada pukul 10.53 WITA.

Majalengka, sebagai lokasi Bandara Kertajati, memiliki potensi catchment area yang cukup luas. Wilayah tersebut meliputi masyarakat dari Jawa Barat seperti Cirebon, Indramayu, dan Kuningan, serta wilayah utara Jawa Tengah dan mantan penumpang dari Bandara Husein Sastranegara.

Faik berharap bahwa dengan beroperasinya Bandara Kertajati secara resmi, pertumbuhan trafik penerbangan dan penumpang di bandara-bandara AP I juga akan meningkat.

Sumber: ANTARA (sumber artikel: Republika)

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait