29.2 C
Jakarta
HomeBeritaIndia Terpaku pada Impor Minyak Sawit dari Indonesia dan Malaysia

India Terpaku pada Impor Minyak Sawit dari Indonesia dan Malaysia

Permintaan minyak nabati dari masyarakat India terus meningkat sementara produksinya stagnan. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan antara jumlah produksi dan konsumsi. Menurut BV Mehta, Direktur Eksekutif The Solvent Extractor’s Association of India, sektor minyak nabati di India mengalami perkembangan yang baik pada tahun 1900-an. Namun, dengan keterbukaan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat, permintaan minyak nabati meningkat. Akibatnya, India sangat bergantung pada impor minyak nabati, yang saat ini mencapai 65 persen. Mehta mengatakan bahwa hal ini cukup mengkhawatirkan karena permintaan yang meningkat pesat tidak diimbangi dengan peningkatan produksi, sehingga menyebabkan peningkatan impor.

Untuk mengatasi ketimpangan antara permintaan dan pasokan, India telah melakukan impor minyak nabati sejak tahun 1990-an. Volume impor awalnya sangat kecil, tetapi dalam waktu 20 tahun, volume impor meningkat 2,6 kali lipat dan biaya impor meningkat hampir 17 kali lipat. Hal ini mengakibatkan penggunaan cadangan kas negara yang mencapai hampir 20 miliar dolar AS untuk impor. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah India berusaha menekan impor dan meningkatkan produksi minyak nabati domestik.

Minyak kelapa sawit menjadi komoditas utama yang diimpor oleh India, sebanyak 60 persen atau mayoritas berasal dari Indonesia, Malaysia, dan sedikit dari Thailand. Selain itu, Sunflower Oil (SFO) dan Soybean Oil (SBO) juga mendominasi impor dengan total 40 persen. SBO diimpor dari Argentina, Brazil, dan Amerika Serikat, sedangkan SFO diimpor dari Ukraina, Rusia, dan Argentina. Rusia menjadi eksportir terbesar ke India karena konflik Rusia-Ukraina dan ketidakpastian stabilitas di Laut Hitam.

Konsumsi minyak kelapa sawit di India mencapai 25 juta ton atau 33 persen dari total konsumsi minyak nabati nasional. Diikuti oleh minyak kedelai sebanyak 24 persen dan minyak bunga matahari sebesar delapan persen. Hingga Oktober 2023, volume impor minyak nabati mencapai 16,5 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu hanya 14 juta ton. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan harga minyak nabati dan peningkatan permintaan.

Sumber: Republika (https://ekonomi.republika.co.id/berita/s3k5za502/india-ketergantungan-impor-minyak-sawit-indonesia-dan-malaysia)

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait