23.4 C
Jakarta
HomeBeritaPLN Berusaha Cepat Memasang Meteran AMI di Delapan Provinsi

PLN Berusaha Cepat Memasang Meteran AMI di Delapan Provinsi

PT PLN (Persero) sedang mempercepat penerapan Smart Meter berbasis Advanced Metering Infrastructure (AMI) untuk meningkatkan akurasi pengukuran penggunaan daya pelanggan dan memberikan layanan yang lebih optimal. Dengan kerjasama State Grid Corporation of China (SGCC), PLN telah sukses merealisasikan proyek percontohan implementasi smart meter AMI yang mencakup 93,54% dari total 1,2 juta meter di delapan provinsi di Indonesia.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, optimis bahwa penerapan teknologi baru ini akan meningkatkan kualitas layanan PLN kepada pelanggan. Hal ini didukung oleh manajemen yang lebih efisien dan responsif.

“Penerapan smart meter AMI akan memberikan banyak manfaat dalam meningkatkan akurasi dan transparansi perhitungan KWH meter. Dengan sistem ini, pelanggan bisa mengetahui profil beban dan tagihan listrik secara real-time,” ungkap Darmawan.

Selain itu, pelanggan juga dapat memeriksa penggunaan energi listrik secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile. Dengan pola layanan yang lebih fleksibel, pelanggan dapat memilih antara layanan pasca atau prabayar.

“Dengan smart meter AMI ini, data meter dapat dibaca secara real-time dari jarak jauh, sehingga tidak perlu lagi membaca meter secara langsung. Begitu juga dengan pemutusan dan penyambungan listrik, tidak lagi memerlukan petugas untuk datang ke lokasi,” lanjut Darmawan.

Darmawan menjelaskan bahwa PLN dan SGCC bekerja sama dengan cepat untuk mengimplementasikan teknologi baru ini. Sampai bulan Oktober ini, smart meter AMI telah diterapkan di delapan provinsi, yaitu Sumatera Utara, Banten, Jakarta Raya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat, dan Bali.

“Hanya dalam waktu empat bulan, PLN telah berhasil mengganti lebih dari 1 juta smart meter untuk pelanggan kami. Awalnya, saya tidak menyangka progres 1,2 juta smart meter di delapan provinsi ini akan selesai tahun ini,” papar Darmawan.

Darmawan juga menyebut bahwa kolaborasi dengan SGCC merupakan bagian dari upaya untuk mempercepat pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia hingga 75% pada tahun 2040. Untuk itu, PLN sedang mengupayakan pembangunan smart grid guna mengoptimalkan dan mendistribusikan potensi EBT yang tersebar di seluruh wilayah.

“Keberhasilan implementasi proyek percontohan smart meter ini menjadi dasar bagi kami untuk melangkah lebih jauh. Kami akan melanjutkannya dengan membangun smart grid, mendigitalisasi sistem pembangkit, transmisi, dan distribusi,” kata Darmawan.

Executive Vice President SGCC, Jin Wei, mengungkapkan bahwa proyek kerjasama implementasi smart meter antara SGCC dan PLN merupakan hal yang luar biasa. Pihaknya berterima kasih atas dukungan penuh dari PLN dalam kelancaran proyek ini.

Selain itu, Jin Wei juga menegaskan bahwa SGCC akan terus bekerja sama dengan PLN dalam menjamin ketahanan energi dan mendorong transformasi energi rendah karbon serta digitalisasi sistem kelistrikan.

“Kerjasama ini memiliki arti penting bagi SGCC dan PLN, serta meningkatkan kolaborasi di bidang energi dan ketenagalistrikan antara kedua negara. Keberhasilan proyek ini menjadi dasar bagi kerjasama lebih lanjut di masa depan,” kata Jin Wei.

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait