29.2 C
Jakarta
HomeBeritaPengaruh Boikot Produk Israel Bergantung pada Konsumen

Pengaruh Boikot Produk Israel Bergantung pada Konsumen

Akademisi dan peneliti ekonomi dari FEB Universitas Indonesia (UI) Yusuf Wibisono menyatakan bahwa boikot produk Israel dapat dibenarkan karena Israel telah secara konsisten menunjukkan kejahatan dan kebijakan apartheidnya atas Palestina selama lebih dari tujuh dekade. Banjir kecaman dan kutukan dari masyarakat dunia tidak berhasil mengubah kebijakan dan sikap Israel dalam melakukan penjajahan terhadap Palestina. Boikot bertujuan untuk memberikan tekanan kepada Israel agar menghentikan pendudukannya atas wilayah Palestina, memberikan hak-hak penuh kepada warga Palestina, dan mengizinkan pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah air mereka. Gerakan boikot telah menjadi fenomena global dan terjadi tidak hanya di Indonesia.

Yusuf menjelaskan bahwa pengaruh boikot terhadap Israel akan ditentukan oleh partisipasi konsumen dalam gerakan boikot. Semakin banyak konsumen yang berpartisipasi, bahkan menjadi gerakan global, maka pengaruh gerakan boikot akan semakin besar. Partisipasi konsumen dalam gerakan boikot akan ditentukan oleh persepsi publik akan probabilitas keberhasilan boikot dan biaya yang akan ditanggung oleh konsumen akibat boikot. Namun, mekanisme boikot merupakan dilema yang dihadapi negara atau perusahaan terkait penurunan kinerja ekonomi dan finansial akibat boikot. Selain itu, gerakan boikot juga dapat mendapatkan lebih banyak dukungan jika konsumen dapat melihat hasil positif dari gerakan tersebut.

Sumber: Republika

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait