29.2 C
Jakarta
HomeBeritaPetani Tingkatkan Produksi untuk Mengimbangi Kenaikan Harga Cabai

Petani Tingkatkan Produksi untuk Mengimbangi Kenaikan Harga Cabai

Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB) mendorong para petani untuk memanfaatkan kenaikan harga cabai di pasar dengan meningkatkan produksi menggunakan teknologi mikroba intensif.

Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Suryo Wiyono, mengatakan kenaikan harga cabai keriting yang mencapai Rp 72.620 per kilogram menawarkan kesempatan bagi petani untuk meningkatkan produksi dengan teknologi mikroba intensif.

Menurutnya, IPB telah mendampingi petani cabai untuk menerapkan teknologi mikroba intensif di enam wilayah, yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Garut, Kabupaten Tegal, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Gowa. Teknologi ini juga akan dikembangkan lebih lanjut untuk beberapa komoditas lain.

Teknologi mikroba intensif yang disarankan oleh IPB telah terbukti dapat mengurangi biaya produksi hingga 27 persen dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida kimia yang meninggalkan residu.

Koordinator Kelompok Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Tanaman Sayur dan Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Wita Khairia menyatakan bahwa Kementerian Pertanian mendukung program diseminasi teknologi mikroba intensif ini untuk menghasilkan produk yang berdaya saing dalam pasar internasional dan juga dapat mengurangi residu pestisida hingga 100 persen.

Petani cabai asal Garut, Jejen, menyatakan bahwa penerapan teknologi mikroba intensif ini meningkatkan produksi cabai keriting hingga 25 persen, sehingga ia bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Artikel ini disadur dari Republika.

Stay Connected
16,985FansLike
2,458FollowersFollow
61,453SubscribersSubscribe
Berita Pilihan
Berita Terkait